Cara Memesan Gojek & Grab di Pelabuhan Sanur Tanpa "Kucing-kucingan"

Berdasarkan pantauan kami setelah berkeliling kota-kota besar di Indonesia, Bali (khususnya area wisata) adalah daerah yang paling tidak suka dengan adanya taksi online. Ini karena Bali sejatinya tidak memiliki moda transportasi umum dan warganya lebih mengandalkan kendaraan pribadi untuk bepergian. Jika membutuhkan kendaraan untuk bepergian jauh, pastilah disewa. Apalagi jika melibatkan jasa sopir.

Di Bali banyak sekali perkumpulan (paguyuban) transportasi lokal yang operasinya mirip seperti taksi. Tapi, jujur, untuk perjalanan jarak dekat harganya sangat mahal. Ini kami akui sebagai orang Bali sendiri, tanpa mengesampingkan fakta bahwa Daya Penida adalah anak perusahaan dari Bali Trip Driver yang melayani jasa mobil + sopir wisata.

Kehadiran taksi online dianggap sebagai ancaman karena memberi harga yang dianggap terlalu murah.

Kenali Area Bebas Taksi Online di Bali

Jika anda memesan taksi online khususnya mobil, berikut adalah beberapa area yang harus anda waspadai (bermain kucing-kucingan) jika tidak ingin mendapat masalah dengan perkumpulan sopir lokal atau petugas keamanan setempat.

Area diatas hanya membolehkan mobil online untuk menurunkan penumpang, dan tidak untuk mengambil.

Papan "peringatan" dari paguyuban sopir lokal di Canggu

Akan tetapi jika anda memesan ojek motor dari aplikasi online, maka anda biasanya tidak akan mendapat masalah meskipun memesan dari area yang disebutkan diatas. Penulis sendiri sering memesan motor dari Gojek atau Grab jika tiba di Bandara Ngurah Rai sehabis berlibur. Ojek motor online malah punya titik berkerumun di area parkir motor bandara, tanpa dilarang sama sekali.

Masalahnya, untuk perjalanan diatas 15 kilometer, biasanya anda sebagai wisatawan pasti lebih memilih memesan mobil karena lebih nyaman. Penulis tidak bisa berbicara mengenai kondisi Canggu atau Ubud secara spesifik karena daerahnya luas dan sopirnya biasanya akan berkoordinasi dengan penumpang untuk bermain kucing-kucingan. Bahkan mereka sering “berakting” sebagai sopir resmi hotel dengan menjemput di lobby/teras hotel atau villa tempat wisatawan menginap demi membawa penumpang.

Tapi khusus untuk Pantai Sanur, terutama di daerah Hang Tuah (Pelabuhan Sanur), penulis punya solusinya supaya anda tidak perlu membuang terlalu banyak waktu untuk bermain kucing-kucingan.

Seperti yang disampaikan diatas, ketika datang ke Pelabuhan Sanur, anda tidak perlu mengkhawatirkan apa-apa. Bahkan anda bisa melewati gapura masuk pelabuhan dengan aman meskipun satpam dan sopir lokal yang “mangkal” disana tahu kalau anda menggunakan Gocar atau Grabcar.

Nah, untuk pulangnya, anda wajib mengikuti arahan penulis dibawah ini secara seksama.

Bagi anda yang hendak pulang ke Kuta, Seminyak, Jimbaran, Uluwatu, Nusa Dua maupun Bandara Ngurah Rai:

Berjalanlah dari area Pelabuhan menuju perempatan Hang Tuah-Bypass Ngurah Rai sejauh 400 meter sampai anda menemukan penanda/landmark Prime Plaza Hotel Sanur seperti yang terlihat di foto Google Street dibawah ini:

Penanda Prime Plaza Hotel Sanur di perempatan Hang Tuah - Bypass Ngurah Rai

Disana anda juga akan menemukan taksi meteran tapi harganya tentu lebih mahal daripada Gojek dan Grab. Untuk membantu anda menentukan landmark Prime Plaza Hotel Sanur sebagai titik penjemputan di aplikasi, perhatikan tautan Google Maps dibawah ini:

Kalau sudah sampai disini, siapapun tidak akan mengganggu anda. Namun, saat meletakkan titik penjemputan di aplikasi, jangan sampai salah jalur, bisa-bisa anda membayar lebih mahal karena di aplikasi sopir harus memutar jalan yang seharusnya tidak perlu.

Bagi anda yang hendak pulang ke Canggu atau Ubud:

Lebih mudah karena sesampainya di perempatan Hang Tuah – Bypass Ngurah Rai, anda tinggal menyeberang ke KFC Sanur dan jadikan tempat tersebut sebagai titik penjemputan di aplikasi.

Demikian tips menghindari kucing-kucingan saat memesan taksi online di Pelabuhan Sanur. Sampai jumpa disana!